Ada beberapa elemen pembentuk ruang yang terdapat pada gambar diatas antara lain adalah elemen cahaya yang terbentuk oleh sinar matahari, akibatnya orang akan cenderung berjalan melalui daerah yang tidak terkena oleh sinar matahari. Efek lain yang ditimbulkan oleh cahaya adalah bahwa persepsi orang terhadap batas suatu bangunan menjadi berbeda. Seperti halnya pada contoh diatas, daerah yang teduh atau bayangan yang terbentuk karena adanya bangunan disamping jalan seakan menjadi milik yang punya bangunan walaupun sebenarnya adalah jalan umum.
Tempat tersebut juga menjadi tempat favorit untuk memarkirkan kendaraan karena ada ruang yang tersedia, yaitu ruang yang teduh akibat bayangan yang terbentuk karena adanya sinar matahari.
Elemen-elemen lain yang dapat mempengaruhi persepsi orang terhadap ruang ditempat tersebut adalah elemen vertical, elemen horizontal dan beberapa spot berupa bunyi dan bau.
Intensitas suara yang terdengar ditempat ini cukup besar karena pengunjung yang datang juga lumayan banyak, dikarenakan tempat ini adalah tempat wisata.
Setelah itu saya melanjutkan perjalanan kesebelah utara rumah warga diatas dan disana terdapat pertigaan seperti sketsa dibawah ini.
Di pertigaan tersebut terdapat beberapa aktivitas yang terjadi. Hal itu disebabkan karena tempat tersebut sangat teduh meskipun pada siang hari karena disana terdapat banyak vegetasi. Bayangan yang terbentuk oleh vegetasi adalah menjadi sebuah ruang yang sangat diminati orang untuk beristirahat sebentar dan juga melakukan kegiatan lain.
Elemen pembentuk ruang yang paling mendominasi di tempat diatas adalah elemen vertical berupa pohon, karena benar – benar mengubah persepsi orang terhadap ruang yang terbentuk. Bayangan dari pohon tersebut menjadi ruang yang sangat berbeda dengan ruang lain yang terkena sinar matahari. Hal yang saya rasakan ketika saya berada di tempat tersebut sangat nyaman dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Perasaan nyaman itu sangat terasa karena ditempat sebelumnya cukup panas dan ada beberapa bau yang tidak sedap.
Intensitas suara yang terdengar di tempat ini cukup besar karena ada beberapa aktivitas yang berlangsung disana. Intensitas suara itu juga bertambah besar karena ruang jalan yang cukup besar yang bisa dilalui oleh sepeda motor.
Pada tempat diatas terdapat bau minuman karena disana ada orang yang berjualan minuman. Semua hal tersebut membuat saya cukup betah ditempat itu.
Setelah itu saya melanjutkan perjalanan bersama kelompok ke timur, disana terdapat bangunan bersejarah.
Ruang diatas diperuntukkan bagi umum, sehingga skala ruang yang tersedia sangat cocok. Saat saya berada ditempat diatas saya menjadi sangat penasaran dengan isi bangunan tersebut. Akan tetapi karena jalan yang kami tempuh adalah punggung dari bangunan tersebut, maka kami tidak bisa melihat isi bangunan secara keseluruhan, dan kami hanya bisa melihat dari jendela kecil yang tersedia.
Perasaan lain yang saya rasakan adalah terasa terhimpit oleh karena keberadaan elemen vertical yang cukup tinggi, yaitu berupa tembok dan punggung bangunan bersejarah tersebut. Akan tetapi perasaan itu berubah saat saya melihat keatas. Saat saya melihat keatas ruang diatas seakan menjadi sebuah ruang dengan skala megah karena tidak ada elemen lain yang membatasi pandangan saya kelangit.
Kedua persepsi yang sangat kontras saat saya berada ditempat tersebut membuat saya tidak betah dan ingin menyusuri tempat berikutnya.
Ruang selanjutnya yang saya jalani bersama kelompok adalah berupa gang kecil yang terbentuk oleh rumah – rumah warga.
Tempat diatas adalah berupa ruang yang terbentuk oleh rumah – rumah warga. Pada tempat diatas terdapat banyak elemen pembentuk ruang berupa elemen fisik atau non fisik. Elemen fisik adalah berupa eleme vertical, yaitu dinding – dinding rumah warga dan juga elemen horizontal berupa atap dan jalan. Saat saya berada ditempat ini, saya merasa tidak nyaman karena seakan dihiompit oleh diding – dinding rumah warga. Ruang yang tersedia sangat sedikit. Ruangnya semakin kecil karena keberadaan adanya sinar matahari, sehingga bangunan atau rumah warga memberikan bayangan.
Bayangan tersebut mengubah persepsi kita terhadap ruang yang tersedia. Normalnya, pada gang tersebut bisa memuat dua orang untuk berjalan sekaligus, akan tetapi hal itu berubah karena factor dari elemen cahaya yang ada. Faktor lain yang membuat saya tidak betah di tempat itu adalah karena adanya spot bau yang tidak sedap.
Semua elemen dan spot yang ada seakan mendorong saya ingin cepat keluar dari tempat tersebut.
Perasaan itu berakhir ketka saya sudah tiba ditempat yang ruangnya lebih luas. Tempat itu adalah berupa belokan yang disekitarnya terdapat ruang yang kosong. Hal itu membuat saya terasa terbebas dari perasaan yang tidak nyaman pada tempat sebelumnya.
Akan tetapi perasaan lega itu hanya sebentar saja, karena setelah itu kami memasuki gang yang lebih sempit lagi. Gang yang selanjutnya terasa sempit karena keberadaan tembok yang ukurannya lebih tinggi dari saya. Perasaan saya semakin tidak nyaman karena saya tidak bisa memantau ruang disekitarku. Elemen horizontal berupa tritisan rumah warga membuat saya semakin terhimpit dari semua sisi.
Ruang ini difungsikan untuk umum, akan tetapi skalanya tidak sesuai untuk umum. Akibatnya orang akan cenderung mencari jalan lain untuk sampai ketempat yang dituju. Saya juga bingung untuk membedakan ruang sebelumnya dengan ruang diatas dari segi karakter bangunan. Karena banyak rumah warga yang ukuran tinggi dan lebarnya hampir sama, dan juga karena motif bangunannya yang hampir sama. Hal itu juga membuat perlakuan orang berbeda terhadap ruang tersebut.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan kami menemukan sebuah gang yang sebenarnya cukup sempit dan dibatasi oleh elemen vertical berupa tembok. Akan tetapi ruang itu tidak membuat saya bosan karena temboknya dihiasi dengan lukisan – lukisan.
Di samping kiri gambar tersebut adalah rumah seni yang didalamnya terdapat bayak lukisan. Hal itu membuat saya tertarik dengan tempat itu. Bahkan saya berhenti sebentar untuk memperhatikan lukisan-lukisan tersebut. Disepanjang perjalanan kami selama menyusuri taman sari Yogyakarta, tempat ini merupakan tempat yang paling saya senangi.
Ada banyak elemen pembentuk ruang yang sangat kuat mempengaruhi persepsi orang terhadap ruang di atas. Antara lain adalah elemen vertical dan horizontal dan juga ada beberapa spot seperti cahaya, bunyi dan bau. Dan dari semua perjalanan yang kami tempuh, kami tidak menemukan unsur transparansi.
Selain lukisan – lukisan yang ada di tempat itu, bau makanan yang ada disana membuat saya tidak bosan. Hal – hal inilah yang membedakan ruang atau tempat diatas dengan tempat – tempat yang sebelumnya.
Intensitas suara yang terdengar ditempat ini tidak begitu besar, karena pengunjungya tidak terlalu banyak. Hal lain yang mungkin membuat orang tidak mengengeluarkan suara adalah karena menikmati lukisan dan karya seni lainnya yang ada disana.
Kemudian dari sana saya melanjutkan perlanan bersama kelompok keytempat berikutnya.
Kemudian dari sana saya melanjutkan perlanan bersama kelompok keytempat berikutnya. Gambar disamping merupakan tempat terakhir yang akan saya bahas dalam pembuatan sequence ini. Tempat disamping digunakan sebagai ruang public atau lebih sering disebut Public open space. Terbukti dengan adanya papan pengumuman yang diperuntukkan bagi warga kampung taman sari Yogyakarta maupun bagi pengunjung yang datang ketempat tersebut. Ruang ini lebih longgar daripada tempat sebelumnya, akan tetapi karena ruang ini sangat terbuka, sehingga ruang ini menjadi sangat panas. Ada beberapa elemen pembentuk ruang yang terdapat ditempat tersebut antara lain adalah cahaya, bunyi, bau, elemen vertikal dan horizontal.
Akan tetapi meskipun ruang ini sangat panas pada saat siang hari, ada beberapa aktivitas manusia yang terjadi disana, yaitu sebagai tempat berjualan tan tempat beristirahat. Ditempat yang sama , ada sedikit ruang yang teduh karena ada elemen horizontal berupa atap sehingga bisa mengundang orang untuk istirahat sebentar. Hal itu juga dipengaruhi oleh ruang – ruang sebelumnya yang sangat panas.
Intensitas suara ditempat ini cukup besar, suara itu tidak hanya berasal dari tempat itu saja akan tetapi sebagian dari lapangan yang ada ditempat selanjutnya.
Bau yang tercium saat saya berada disana adalah bau bunga dari beberapa tumbuhan yang berada disekitarnya. Saya tidak terlalu menyukai bau itu, sehingga saya tidak ingin berlama – lama disana.
KESIMPULAN
Berdasarkan pengalaman me-ruang di Taman Sari Yogyakarta, saya dapat menyimpulkan bahwa semua ruang yang ada di Taman Sari Yogyakarta memiliki karakter yang berbeda dan setiap ruang-ruang yang ada berpotensi untuk mengubah persepsi kita terhadap ruang yang selanjutnya kita akan lewati.
SUMBER REFERENSI:
3. Data primer (survey langsung ketempat)
































